Karanganyar, 18 Agustus 2025 – Pentingnya publikasi di jurnal bereputasi dan penguatan penelitian berbasis Systematic Literature Review (SLR) menjadi salah satu bahasan utama dalam Rapat Kerja (Raker) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) Tahun 2025. Sesi ini menghadirkan dua narasumber, yakni Prof. Jati dan Prof. Muhammad Sholahuddin, Ph.D.
Prof. Jati Waskito: Publikasi Bukan Soal Jenius, tapi Konsistensi
Dalam pemaparannya, Prof. Jati menekankan urgensi publikasi di jurnal bereputasi sebagai kebutuhan mendasar dosen. Menurutnya, publikasi tidak hanya terkait kenaikan jabatan akademik, akreditasi, dan hibah penelitian, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan reputasi akademik dosen sekaligus fakultas.
Beliau menjelaskan ciri jurnal bereputasi seperti terindeks Scopus atau Web of Science, memiliki dewan editor internasional yang profesional, serta diterbitkan oleh penerbit ternama seperti Elsevier atau Springer. Dosen dianjurkan cermat dalam memilih jurnal dengan mencermati scope, acceptance rate, dan estimasi waktu review.
Lebih lanjut, ia menekankan strategi menghadapi peer review. “Jawab semua komentar reviewer dengan profesional, meskipun kritikannya keras. Jangan patah semangat ketika ditolak. Segera revisi dan submit ke jurnal alternatif,” tegasnya.
Menutup paparannya, Prof. Jati memberi motivasi, “Publikasi itu bukan soal jenius, tapi soal konsistensi dan niat. Tetapkan target minimal satu artikel dalam enam bulan, bentuk komunitas kecil untuk saling review, dan jadwalkan waktu menulis setiap hari.”
Prof. Sholahuddin: SLR untuk Penelitian Lebih Berkualitas
Sesi dilanjutkan oleh Prof. Muhammad Sholahuddin, Ph.D. yang memaparkan pentingnya Systematic Literature Review (SLR). Ia menjelaskan bahwa SLR bukan sekadar merangkum literatur, tetapi sebuah proses analitis dengan protokol ketat untuk meminimalisasi bias penelitian.
Menurutnya, SLR idealnya dilakukan dalam tim dengan dukungan teknologi maupun kecerdasan buatan, serta memanfaatkan database internasional seperti Scopus. “SLR membantu peneliti menyajikan gambaran menyeluruh tentang perkembangan suatu topik riset, sehingga lebih komprehensif dan kuat sebagai dasar penelitian lanjutan,” jelasnya.
Prof. Sholahuddin juga mendorong keterlibatan mahasiswa. “Tidak masalah jika mahasiswa menjadi penulis pertama, sementara dosen di urutan berikutnya. Yang penting publikasi berkualitas bisa lahir, dan dosen tetap berperan sebagai pembimbing,” ujarnya.
Beliau menambahkan bahwa dengan strategi ini, FEB UMS berpeluang melahirkan lebih banyak publikasi ilmiah yang berdaya saing internasional, sekaligus meningkatkan budaya meneliti di kalangan mahasiswa maupun dosen.

